alkisah ada badut-badut yang yg tak punya cermin sehingga tak tau bagaimana rupa diri. katakanlah kelompok badut ini sebagai kelompok X. badut-badut X ini berbeda dengan badut yang suka menghibur di acara ulang taun anak-anak. badut di acara ulang taun hanyalah sebagai profesi, apa yang dipakainya hanyalah atribut sementara yg bisa dilepas sewaktu tidak dibutuhkan. mereka pun disukai anak-anak. sedangkan badut-badut X ini bukanlah profesi melainkan memang tercipta sebagai badut dengan segala kesombongan dan tabiatnya, serta jauh dari kesan jenaka. apa yang melekat padanya bukanlah atribut melainkan kondisi nyata keadaannya: mulut lebar, hidung bulet, pantat besar, perut buncit, dan lain-lain. namun sayang, mereka ga sadar akan kekurangannya itu, maklum mereka tidak punya cermin…
untuk menghibur diri, mereka sering membuat lelucon-lelucon yang tidak lucu berdasarkan kekurangan obyek lain. gawatnya, sudah tau itu ga lucu, mereka tetap mengulanginya berkali-kali. semakin tidak luculah lelucon-lelucon ga lucu itu seolah tidak ada bahan lelucon lain. padahal kalau mereka mau sukses membadut, kondisi dirinya sendiri sangat layak dijadikan bahan lelucon. mereka inilah badut-badut kehidupan.
Entries (RSS)
well, kadang mereka melakukan itu justru untuk meredam ketidakpercayaan diri lho…
Tidak pernah bercermin, karena memang tidak ingin, atau tidak berani, melihat sosok yang terpantul di hadapannya