Aku tak abis pikir sama sebagian orang di luar sana. Sebagian dari mereka selalu berpikiran negatif, curiga berlebihan. Sebagian lainnya selalu memercikkan nuansa yang memancing permusuhan. Tapi untungnya aku orangnya tebel kuping alias bebel. Mau disindir atau direndahkan bodo amat walau kadang "Makan ati de gw makan ati." Aku sih pilih diam atau jawab seperlunya aja. Ada penyiar radio H— R— yang selalu bilang, "Diam itu emas, tapi kebanyakan diam kayak mas-mas." Walaupun becandaan, betul banget tuh.
Ada lagi sebuah kalimat bijak yang aku pegang, bunyinya:
"A man in honor remains to be honored without to be honored."
Yang artinya, orang terhormat tetap terhormat tanpa dihormati. Sebaliknya, orang yang rendah (pikirannya) semakin menjadi rendah dengan merendahkan orang lain. Mereka adalah orang-orang yang merendahkan orang lain karena iri dengki atas apa yang dimiliki orang lain itu.
Sebagai manusia biasa, sebebel-bebelnya aku, aku pun bertanya-tanya. Apa salahku sampai ada orang yang ga suka. Kata-kata yang mereka ucapkan ke aku mungkin buat orang lain terasa menusuk atau menyinggung. Tapi buatku, kata-kata itu tak ubahnya suara kentut. Ga ada bedanya antara mulut & pantat. Mulut yang seharusnya diciptakan untuk mengeluarkan kata-kata hasil pemikiran otak, ternyata sama seperti pantat yang cuma mengeluarkan kotoran-kotoran.
Orang-orang sejenis ini mendapat bahan bakar dari kesuksesan, keberuntungan, dan kebahagiaan orang lain untuk melampiaskan kedengkian dengan kata-kata yang mereka pikir menyakitkan padahal enggak buatku. "Siapa lu? Orangtua gw bukan. Gw makan juga bukan dari lu. Protes mulu kayak rakyat," pikirku.
Sori ya buat temen-temen (temen??) yang ngajak musuhan, aku ga punya waktu nglayanin kalian. Aku ga mau punya musuh. Apa sih salahku? Ngomong aja. Emang sih, setiap orang berhak untuk suka atau ga suka sama orang lain. Aku juga ga bisa maksa setiap orang jadi temenku, tapi kalopun ga mau bertemen, minimal jangan jadi musuh ya…
Don’t hate me when I’m in good luck and don’t be happy when I’m in bad luck.
PS: Maaf pembaca, tulisannya agak emosional.
Entries (RSS)