Archive for November 9th, 2006

Tadinya kukira ga akan ada sesuatu yang istimewa hari ini, hari bertambahnya umurku. Pertama, karena memang dari akunya sendiri ga rencana bikin hari ini istimewa misalnya bikin pesta, traktir makan, traktir karaoke, apalagi plesir somewhere buat ngerayain. Kedua, karena aku liat reaksi temen-temen kantor setiap ada yang ulang taun ya (cuma) kasih ucapan sambil ngerubutin kue yang dibawa ‘korban’, walau aku ga bisa mengecilkan arti ucapan itu.
Tapi prasangka buruk itu ga terjadi, seperti halnya tahun-tahun sebelumnya. Dugaan hari ultah ga bakal istimewa selalu ga jadi kenyataan. Tahun lalu misalnya, tak dinyana tak diduga, geng waktu kuliah kasih kejutan, walau ga pas di hari H. Edo, Benny, Nuche, Kiky, Mosh, Opik, Aini, Nita siapa lagi yaa… (sori buat yang kelupaan disebut) ngajak jalan ke TIM. Ternyata di halte busway depan Ratu Plaza yang jadi meeting point, di situlah aku ‘dipermalukan’. Mereka datang sejam lebih awal dari waktu janjian. Lagu ‘Happy Birthday’ pun bergema di tangga halte busway, menyisakan mukaku yang merah padam diliat khalayak yang kebetulan lewat. Kado, ucapan, dan foto diri ukuran 40×30 cm berisi ucapan pun kudapat, walau ga gratis. Mau ga mau kocek sedikit terkuras buat makan ala kadarnya. Anyway, it was a perfect surprise that I love.
Tahun ini, walau ga sedahsyat tahun sebelumnya, juga bikin birthday jadi happy. Setelah jarum jam menyimpang beberapa derajat dari 0 derajat, sms pertama kudapat dari Iras, temen kantor yang Sqorpio juga. Beberapa saat kemudian sms kedua, ketiga, dst..dst.. masuk berisi ucapan selamat ulang taun. Paginya, belum juga roh dan jasad menyatu, telpon pertama masuk dari Mosh di Makassar, mungkin dia memanfaatkan tarif off-peak Telkomsel, Rp150/30 detik –good tactic. Menjelang siang, telpon masuk lagi dari HRD kantor, Debi namanya. Terus dia nyambungin ke orang HRD lain yang sama atau berdekatan tanggal lahirnya, ngajak bikin acara bareng.
Adi_1Sampe kantor, cuap-cuap, berbla-bla-bla kanan kiri terus kontak toko roti minta pesenan cake dianter aja soalnya males jalan. Ini bukan pamer, bukan riya’, tapi udah jadi semacam unbounded-mutual-tradition, yang punya hajat bawa makanan meski cuma secuil. Jadi ga ada yang mewah sama sekali. Ada gula ada semut. Dua cake manisku berhasil menarik ’semut-semut’ yang langsung berkerumun demi sepotong kue.
Ini dia yang bikin istimewa. Deputi Direktur Pemberitaan Djadjat Sudradjat dan Ketua Dewan Redaksi Toeti Aditama datang kasih ucapan. Beruntunglah Pak Djadjat yang dapet first kick, eh.. maksudnya first cake. Laris manis tanjung kimpul, cake abis pembuat onar berulah. Krim kue mendarat di muka dan seragam karena perbuatan dua makhluk kekanak-kanakan. Thing not suppose to be happened in office. Anyway gapapa d nambah ‘manis’ wajah.

I love surprises.

Comments No Comments »