Fiuh… akhirnya sampai juga gw di ujung timur negeri ini. Papua yang semula gw bayangin sebagai pulau antah berantah ternyata gak seantah-berantah bayangan gw. Apakah yang udah gw alami selama dua minggu di Papua ini memang benar-benar kondisi Papua yg sebenarnya? Sama sekali gak ada kesulitan mendapatkan makanan, tegur sapa sama masyarakat yg ramah dan damai. Kalau memang bener ini Papua yg sebenernya dan bukan mimpi gw, lalu dimana perang suku yang ada di tipi2? Dimana kelaparan yang tenar di koran2? Ah mungkin karena gw baru dua minggu di sini. Semoga kesempatan empat bulan bekerja di Papua gw bisa menyaksikan dg mata kepala sendiri semuanya di Papua. Undangan makan malam bersama pejabat di hotel bintang lebih merusak imajinasi gw, makanan ga bedanya di Jakarta. Maklum, udah jadi rahasia umum Metro Papua TV adalah TV plat merah. Liputan aja pake mobil bibir merah. Biar semua serba merah, idealisme tetep kukuh di dalam dada. Toh, ini TV kalo gw bilang bukan jadi perpanjangan mulut gubernur, tp jadi perpanjangan mata gubernur. Bukan untuk beritain yg baik-baiknya pemprov tp buat bantuin gub negur bawahannya yg nyeleweng. Karena gub ga mungkin negur bawahannya satu-persatu, maka dibentuklah lembaga pengawas yg kebetulan dipercayakan pada lembaga pers tepatnya MetroTV untuk membentuk Metro Papua TV. Keren gak public relation gw? Yah gitu d… Yang penting buat gw bisa nyicipin kerja yang (mudah-mudahan) bermanfaat buat saudara-saudara gw di Papua. Sekalian sbg permintaan maaf gw yg udah berprasangka buruk ke mereka. Ceritanya, begitu mendarat di Bandara Sentani gw ditowel seseorang dari belakang. Pas gw noleh, terperanjatlah gw melihat sesosok (mirip) manusia yg hitam legam dg rambut super ikal. "Anjrit.. makhluk apa ini?" tanyaku dalam hati. Butuh tiga detik buat menyadarkan diri bahwa itu adalah manusia juga. Doi nawarin ngurusin bagasi dan langsung gw tolak. Ketakutan merasuki diri melihat model orang-orang yg baru gw liat. Pikiran dipenuhi prasangka bahwa mereka adalah orang jahat dan bodoh. Waktu dua minggu sedikit demi sedikit menggugurkan hipotesa serampangan itu. Mereka ternyata baik, ramah, dan berwawasan. Sori ya bro…
5 Comments »
Punya presiden kok berlagak piloooon mulu…. Anak buahnya pada kalang kabut saling sikut kok bisa-bisanya presiden tetep kura-kura dalam perahu. Padahal mereka kelabakan kan langsung atau nggak langsung ya gara-gara ketidaktegasan induknya, yang dalam hal ini ya presiden itu. PP 37/2006 misalnya. Yang namanya PP alias Peraturan Pemerintah kan ketentuan yang dihasilkan pemerintah. Siapa pemerintah? Presiden termasuk di dalamnya. Giliran ada ribut-ribut, doi malah diam sejuta bahasa. Alhasil, mendagri yang kena getahnya. Belum lagi masalah Yusril vs Ruki, beras, pesawat jatuh, kapal tenggelem, and so on and so forth. Pusiiiiiiing ngurusin negara…… Kalo dipikir emang bener kata Mbak Mega, SBY kebanyakan TP-TP alias tebar pesona. Lawatan ke negara X, Y, Z. Penyematan anugerah A, B, C. Eitt… jangan GeeR loh Mbak Mega. Habis situ dipuji dikit ancemannya nyalonin presiden sih, kan jadi males.
No Comments »
Sepanjang lebih dari satu setengah tahun gw kerja di sini, baru kali ini liat hugo boss alias big boss alias bos besar sudi mampir ke ruangan. Tepatnya pas banjir, Minggu (4/2) lalu. Ternyata air bah menyeretnya masuk ke ruang redaksi. Muka doi tampak luyu lengkap dengan pakaian khas orang kebanjiran. Padahal, waktu gw diperbantukan di kantor adiknya kantor gw (nah bingung kan, maksudnya sister company) selama dua bulan aja, gw liat doski dua kali masuk ruang redaksi mereka. Pakai setelan jas plus dasi rapi jali. Pilih kasih kah?
Peace boss!!
2 Comments »
Jumat malam di sela waktu kerja yang gw korupsi, gw chatting sama seorang temen yg kerja di Brunei. Obrolan ngalir dari nomor HP dia yang ganti, ketentuan pembelian nomor HP di Brunei, sampai akhirnya nyambung ke masalah video bokep anggota DPR sama penyanyi dangdut. Dia nawarin video berisi adegan ranjang itu. Nah, kebetulan tuh. Lagi penasaran. Anak-anak di kantor juga pada cari. ‘Transaksi’ pun berlangsung. Video dikirim….. Video diterima….. Waktu nyetel video itu, komentar-komentar keluar dari mulut beberapa temen. "T—tnya kecil…," "Itu sih jempol," "Malu-maluin telanjang bulat beneran," "Lagi mabok kali…," dst dsb. Mukanya jelas banget bo. Banyak orang bilang muka itu mirip anggota DPR Yahya Zaini dari Fraksi Partai Golkar daerah pemilihan Jawa Timur 7. Kabarnya lagi, doi mantan Ketua Umum PB HMI. Nah lo. Trus, ‘ayam’ yang dia ‘pake’ adalah penyanyi dangdut stiker alias selebriti tidak terkenal Maria Eva. FYI, Di DPP Golkar YZ jadi Kepala Bidang Kerohanian. Walah..
Besoknya, pas naek angkot ke tempat les, gw iseng baca koran Lampu Merah punya sopir angkot. Judul HL-nya gede banget ‘Payah, Anggota DPR yang Maen Bokep Sama Artis Cuma Bisa Setengah Menit’ lengkap dengan foto-foto adegan di film itu, termasuk muke si YZ. Emang sih videonya cuma berdurasi 42 detik, tapi kenapa Lamer menyimpulkan YZ cuma ‘mampu’ 30 detik? Koran ini mengutip pernyataan Annisa Bahar yang kenal dekat dengan ME. Intinya, si ratu goyang patah-patah ini ga nyangka ME kayak gitu. Padahal, ME yang dikenal Bahar itu religius, bahkan Bahar pernah bantu2 ME bikin album religi. ME juga ngaku ke Bahar pernah menunaikan ibadah haji. Nah lo lagi. Sabtu siang gw cek di youtube.com ternyata juga udah ada. Detik.com menyebutnya ‘Klip Video Porno Yahya Zaini-Maria Eva Mendunia’. Tapi Minggu gw cek lagi udah ga ada. Duh kecewa… Fenomena apa ini…. Makin ke sini kok makin ga jelas mana orang yang munafik atau mana orang yang sok suci. Masihkah Anda-Andi akan memilih pada pemilu 2009? Semoga tidak.
3 Comments »
Selamat Hari AIDS sedunia buat rekan2 ODHA. Peringatan yang cuma sehari ini saya yakin hanyalah menjadi refleksi dari besarnya perhatian komunitas internasional terhadap HIV/AIDS sebagai problem bersama. Saya tau sebenernya ga perlu nunggu 1 Desember buat kasih dukungan semacam ini. Anyway, yakinlah banyak pihak di luar sana menaruh simpati pada rekan2 ODHA walaupun ga semuanya. Masih ada di ’segelintir’ kalangan antipati terhadap musibah itu, tak terkecuali jurnalis. Tahun lalu waktu saya meliput kunjungan direktur UNAIDS yang saya lupa namanya, seorang teman reporter menolak saya ajak wawancara ODHA, sepertinya karena takut. Harus diakui, anything happens for a reason. Begitu juga dengan HIV/AIDS terjadi sebagai imbas suatu perbuatan dan Tuhan memberikannya karena suatu alasan. Jangan tanya kenapa, karena suatu saat kita akan tau di balik rencanaNya. Semua tampak indah dari Atas. Terlepas dari itu, HIV/AIDS bukanlah juga kutukan melainkan penyakit ‘biasa’. Tetapi ini tidak boleh menyurutkan kehatia-hatian kita dalam setiap bertindak untuk menjauhi dampak-dampak yang tidak baik. Keyakinan saya mengatakan, Tuhan menciptakan penyakit beserta obatnya. Memang, untuk penyakit yang satu ini belum ditemukan obat yang benar-benar diakui. Yang ada sejauh ini masih sebatas klaim-klaim yang belum terbukti, seperti buah A, daun B, biji C, dan seterusnya. Jika rekan2 ODHA berpikir positif, musibah (saya tidak ingin menyebutnya sebagai penderitaan) yang menimpa itu sedikit/banyak akan berkontribusi pada penelitian penemuan obat HIV/AIDS yang pada akhirnya bermanfaat bagi masyarakat luas. Hidup terlalu indah untuk disesali, terlalu manis untuk disia-siakan, terlalu berharga untuk berputus asa. Jadi berbuat apa aja yang bermanfaat bagi orang lain daripada menyesali musibah, nasib, kemalangan, kekurangan, atau apalah namanya yang menimpa diri. Toh kita tidak sendiri hidup di dunia ini dengan musibah, nasib, kemalangan, kekurangan, atau apalah namanya itu.
You are not alone I am here with you Though you’re far away A am here to stay You are not alone I am here with you Though we’re far apart You’re always in my heart You are not alone
No Comments »
Tadinya kukira ga akan ada sesuatu yang istimewa hari ini, hari bertambahnya umurku. Pertama, karena memang dari akunya sendiri ga rencana bikin hari ini istimewa misalnya bikin pesta, traktir makan, traktir karaoke, apalagi plesir somewhere buat ngerayain. Kedua, karena aku liat reaksi temen-temen kantor setiap ada yang ulang taun ya (cuma) kasih ucapan sambil ngerubutin kue yang dibawa ‘korban’, walau aku ga bisa mengecilkan arti ucapan itu. Tapi prasangka buruk itu ga terjadi, seperti halnya tahun-tahun sebelumnya. Dugaan hari ultah ga bakal istimewa selalu ga jadi kenyataan. Tahun lalu misalnya, tak dinyana tak diduga, geng waktu kuliah kasih kejutan, walau ga pas di hari H. Edo, Benny, Nuche, Kiky, Mosh, Opik, Aini, Nita siapa lagi yaa… (sori buat yang kelupaan disebut) ngajak jalan ke TIM. Ternyata di halte busway depan Ratu Plaza yang jadi meeting point, di situlah aku ‘dipermalukan’. Mereka datang sejam lebih awal dari waktu janjian. Lagu ‘Happy Birthday’ pun bergema di tangga halte busway, menyisakan mukaku yang merah padam diliat khalayak yang kebetulan lewat. Kado, ucapan, dan foto diri ukuran 40×30 cm berisi ucapan pun kudapat, walau ga gratis. Mau ga mau kocek sedikit terkuras buat makan ala kadarnya. Anyway, it was a perfect surprise that I love. Tahun ini, walau ga sedahsyat tahun sebelumnya, juga bikin birthday jadi happy. Setelah jarum jam menyimpang beberapa derajat dari 0 derajat, sms pertama kudapat dari Iras, temen kantor yang Sqorpio juga. Beberapa saat kemudian sms kedua, ketiga, dst..dst.. masuk berisi ucapan selamat ulang taun. Paginya, belum juga roh dan jasad menyatu, telpon pertama masuk dari Mosh di Makassar, mungkin dia memanfaatkan tarif off-peak Telkomsel, Rp150/30 detik –good tactic. Menjelang siang, telpon masuk lagi dari HRD kantor, Debi namanya. Terus dia nyambungin ke orang HRD lain yang sama atau berdekatan tanggal lahirnya, ngajak bikin acara bareng.
Sampe kantor, cuap-cuap, berbla-bla-bla kanan kiri terus kontak toko roti minta pesenan cake dianter aja soalnya males jalan. Ini bukan pamer, bukan riya’, tapi udah jadi semacam unbounded-mutual-tradition, yang punya hajat bawa makanan meski cuma secuil. Jadi ga ada yang mewah sama sekali. Ada gula ada semut. Dua cake manisku berhasil menarik ’semut-semut’ yang langsung berkerumun demi sepotong kue. Ini dia yang bikin istimewa. Deputi Direktur Pemberitaan Djadjat Sudradjat dan Ketua Dewan Redaksi Toeti Aditama datang kasih ucapan. Beruntunglah Pak Djadjat yang dapet first kick, eh.. maksudnya first cake. Laris manis tanjung kimpul, cake abis pembuat onar berulah. Krim kue mendarat di muka dan seragam karena perbuatan dua makhluk kekanak-kanakan. Thing not suppose to be happened in office. Anyway gapapa d nambah ‘manis’ wajah.
I love surprises.
No Comments »
Aneka rupa kalimat sms untuk mengungkapkan permintaan maaf dan ucapan selamat lebaran. Uniknya, beberapa di antara pengirim tetap menyisipinya dengan pesan sponsor sesuai dengan kepentingan, profesi, atau sesuatu yang diperjuangkannya. No matter what the occasion is. Ini dia yang mampir ke HP-ku lebaran tahun ini:
"… semoga ibadah kita senantiasa mendapatkan berkah dan ridho Allah SWT, seraya berupaya dan berdoa agar negeri ini segera bersih dari praktik2 korupsi. Aamiin yRa. Takzim, Erry RH & kel." (Erry Riyana Hardjapamekas, Wakil Ketua KPK)
"UNICEF dan Komnas FBPI mengucapkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1427H. Mohon maaf lahir dan bathin. Menyebarkan sms ini Anda turut mengurangi resiko flu burung bagi keluarga dan rekan Anda: Tanggap Flu Burung: jangan sentuh unggas yg sakit atau mati, cuci tangan dg sabun, pisahkan unggas dari manusia, laporkan unggas yg sakit atau mati mendadak, periksa segera jika flu dan demam setelah berdekatan dg unggas." (Tb Arie R, Konsultan Media UNICEF)
"Chalid M & Kel WALHI ucapkan Selamat Idul Fitri 1427H, mhn maaf lahir&bathin. Smoga esok Indonesia dpt membaik, rakyat sejahtera & perusak alam dihukum berat." (Chalid Muhammad, Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia)
"Bila lidah salah mengucap, bila mata salah melihat, bila hati salah menduga, bila pena salah menulis kata, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. (iman yuniarto)." (Iman Y, Reporter Republika)
"Episode kita sprti kanvas yg kotor oleh noda2 ksalahanku… Mhn maaf lahir & batin. Biar kulukis guratan wrn nan indah diatasnya. Taqabalallahu minna wa minkum. -BAIM" (Ibrahim Umar, Pelajar IT Indonesia di Malaysia yang ga kesampaian jadi pelukis)
"Anak kodok makan ketupat, makan ketupat sambil melompat. Kirim kartu lebaran sudah tak sempat, pake sms pun so what?! Met lebaran. Maaf lahir batin.." (Irma Kurniati, Reporter Media Indonesia yang pernah dicium pangeran kodok)
"Aku adlh tman yg… 1% sbr, 2% baik, 3% pngrtian, 4% jjr, 90% bnyk k’slhn… Sorry 4 the mistakes i ever had, hope u’ll 49ive me. Met lbran.. Maafin ya.." (Elenda Dilla P, nah bingung nih… guru Matematika apa guru Bahasa Inggris ya???)
"Ngaturaken sugeng riyadi 1 syawal 1427 H. Nyuwun pangapunten sedoyo kalepatan kulo. Mugi kito sedoyo tansah pinaringan rahmatipun gusti. -basuki-" (Basuki Purnama, Reporter Media Indonesia yang mantan pemain ketoprak)
"Ass. Yuk rame2 kita RESTART diri kita, REFRESH jiwa kita, RECHARGE pikiran kita, REFILL dgn iman & taqwa, RECYCLE semua kesalahan & RECHANGE dgn kemuliaan. Nowo" (Pranowo Gunito, suka again and again ya mas…)
"Jln2 ke Kp Rambutan. Tdk lupa mampir ke rmh edo. Mumpung skrg lg lebaran. Mampir ke rmh edo dong. Ikan patin dimakan buaya. Maaf lahir-batin ya. #edoaprianto" (Edo Aprianto, Marketing Support Media Indonesia. Agak klasik sih pake pantun tapi lumayan ada muatan promosinya)
"Menyambung tali merajut silaturahmi, beralas ikhlas beratap doa, semasa hidup bersimpuh khilaf, mengharap diri di basuh maaf "MINAL AIDIN WALFAIZIN" IRFAN & KELUARGA" (Irfan, Fotografer Media Indonesia -puitis amat bang)
"Maaf t’lah menuh2in inboxnya… Saya hny ingin ucapkan, TAQOBBALLALLAHU MINNA WA MINKUM.. MINAL AIDIN WAL FAIZIN… Maap ya.. Beneran.. Maap ya.. =)." (Andri Arivian, kakaknya Sahili anaknya Mpo Minah Bajaj Bajuri)
and last but least
"Setelah lebaran ini, semoga hati kita sebening ProXL, iman sekuat sinyal Simpati, pahala sebanyak perdana Mentari, dan kata MAAF semurah pulsa Flexi." (Reva Sasistiya, penjual voucher pulsa dan kartu perdana HP)
No Comments »
Tiada yang istimewa dengan pemandangan di terminal Blok M, Jumat (13/10), pukul 20.00. Lalu lalang manusia yang menggantungkan diri pada onggokan bis-bis usang nan lusuh untuk mengantar ke peraduan masing-masing di rumah setelah bekerja. kebetulan aku juga salah satunya. aku berdiri beberapa meter dari gerbang utama Pasaraya Grande sedang menunggu taksi biru berembel-embel tarif lama. meski konsentrasi mengamati taksi-taksi yang masih berada di kejauhan, tak sulit mata ini menangkap sesosok perempuan renta duduk di belakang tiga bakul berisi tumpukan apel, jeruk, dan pir. ya, dia jualan buah-buahan itu di pinggir jalan yang penuh kepulan asap. kepalanya botak. beberapa helai rambut yang tumbuh di atas kuping kanan dan kiri ia pilin dan pertemukan di atas kepalanya dengan membuat ikatan kecil. kondisinya sangat mengibakan sampai sempat terpikir untuk membeli dagangannya hanya karena kasihan. namun, pikir pendek mengurungkan niat itu karena pertimbangan baru buka puasa dengan makanan yang lumayan lengkap di liputan acara di hotel bintang lima. alasan kedua, tas sudah terlalu berat untuk dibebani lebih lagi. akhirnya niat itu sama sekali hilang, hanya sesekali mata melirik ke arahnya tetap memendam kasihan.
konsentrasi kembali bubar manakala dari arah terminal berjalan tiga bule. semuanya laki-laki yang bisa disebut oom-oom. mereka tidak berjalan beriringan walau kenal satu sama lain. bule yang berjalan paling belakang dari jauh sudah tampak menyiapkan beberapa lembar uang seribuan. saat melintas di depan wanita tua itu, si bule memberikan uang kertas itu kepadanya tanpa sepengetahuan kedua temannya. yang diberi pun tersenyum tanda syukur. berlalu lah trio bule itu melewatiku dan akhirnya menjauh. belum selesai. rupanya si bule belum puas dengan amalnya. "jalan duluan aja," teriaknya pada dua teman yang berjalan di depannya. si bule balik kanan, kembali ke arahku, atau lebih tepatnya ke arah nenek tadi. kali ini selembar uang kertas warna merah bergambar soekarno-hatta menghampiri tangan keriput si nenek botak. betul, itu uang seratus ribu rupiah. tanpa ba..bi..bu.. bule berjalan cepat menyusul rekan-rekannya. si botak rupanya belum ngeh atas apa yang ada di tangannya. baru sesaat kemudian ia bersuara lirih, "satus (seratus)…," sambil menatap rejeki nomplok yang baru diterimanya. terbayang olehku rasa syukur nenek itu bak ketiban durian runtuh dari langit. buru-buru dia menyimpannya dalam dompet mungil, lalu menyelipkannya di antara lapisan stagennya (kain panjang pengikat pinggang) –tipikal nenek-nenek.
seolah tersentil hati ini mengingat aku yang telah tega membatalkan niatku membeli dagangannya. untuk membeli, dimana aku mendapat sesuatu darinya, saja aku ragu, sedangkan bule itu memberikannya cuma-cuma. ya Allah… kenapa aku yang sebangsa dengan nenek itu sedemikian tega. si bule meyakinkanku bahwa wanita tua itu memang layak dibantu, tetapi kenapa justru acuh dan egoisme yang mendominasi diriku saat itu. apalagi di bulan penuh berkah, ramadan, ini.
2 Comments »
posting ini gw bikin di salah satu warnet di kawasan jimbaran, bali. warnet lumayan murah, 4rb/jam, sebagai kompensasi kelemotannya. gw di komputer #3. pas di depan gw, komputer #7, ada cowok lagi ribet setting webcam buat chatting. tampangnya sih mahasiswa. pake kacamata item, mungkin buat nyamar walau ga gitu ngaruh. telanjang dada. ternyata webcam itu diarahin ke dia punya ‘barang’. abis itu mulailah dia dengan aktivitas chatting-nya. pembukaan satu (kancing celana). pembukaan dua (retsleting celana), and so on and so on and so on sampe dia kocok-kocok… (kocok terus…). "sakit nih orang" pikir gw. mau ga liat tapi tetep keliatan, mau pindah penuh. akhirnya berhenti juga kocokannya. entah berakhir dengan klimaks atau anti-klimaks. oh baliku malang… jadi tempat sperma berceceran. padahal di depan warnet itu lagi ada ngaben massal yg kentel bgt nuansa ritual keagamaannya.
1 Comment »
Aku tak abis pikir sama sebagian orang di luar sana. Sebagian dari mereka selalu berpikiran negatif, curiga berlebihan. Sebagian lainnya selalu memercikkan nuansa yang memancing permusuhan. Tapi untungnya aku orangnya tebel kuping alias bebel. Mau disindir atau direndahkan bodo amat walau kadang "Makan ati de gw makan ati." Aku sih pilih diam atau jawab seperlunya aja. Ada penyiar radio H— R— yang selalu bilang, "Diam itu emas, tapi kebanyakan diam kayak mas-mas." Walaupun becandaan, betul banget tuh.
Ada lagi sebuah kalimat bijak yang aku pegang, bunyinya: "A man in honor remains to be honored without to be honored." Yang artinya, orang terhormat tetap terhormat tanpa dihormati. Sebaliknya, orang yang rendah (pikirannya) semakin menjadi rendah dengan merendahkan orang lain. Mereka adalah orang-orang yang merendahkan orang lain karena iri dengki atas apa yang dimiliki orang lain itu.
Sebagai manusia biasa, sebebel-bebelnya aku, aku pun bertanya-tanya. Apa salahku sampai ada orang yang ga suka. Kata-kata yang mereka ucapkan ke aku mungkin buat orang lain terasa menusuk atau menyinggung. Tapi buatku, kata-kata itu tak ubahnya suara kentut. Ga ada bedanya antara mulut & pantat. Mulut yang seharusnya diciptakan untuk mengeluarkan kata-kata hasil pemikiran otak, ternyata sama seperti pantat yang cuma mengeluarkan kotoran-kotoran.
Orang-orang sejenis ini mendapat bahan bakar dari kesuksesan, keberuntungan, dan kebahagiaan orang lain untuk melampiaskan kedengkian dengan kata-kata yang mereka pikir menyakitkan padahal enggak buatku. "Siapa lu? Orangtua gw bukan. Gw makan juga bukan dari lu. Protes mulu kayak rakyat," pikirku.
Sori ya buat temen-temen (temen??) yang ngajak musuhan, aku ga punya waktu nglayanin kalian. Aku ga mau punya musuh. Apa sih salahku? Ngomong aja. Emang sih, setiap orang berhak untuk suka atau ga suka sama orang lain. Aku juga ga bisa maksa setiap orang jadi temenku, tapi kalopun ga mau bertemen, minimal jangan jadi musuh ya…
Don’t hate me when I’m in good luck and don’t be happy when I’m in bad luck.
PS: Maaf pembaca, tulisannya agak emosional.
4 Comments »
|